PERSIAPAN PEWAWANCARA

Wawancara atau interview adalah percakapan antara pewawancara (interviewer) dengan pihak yang diwawancara (interviewee) dengan tujuan untuk memperoleh informasi yang diperlukan. Dalam lingkup kerja, biasanya tujuanwawancara adalah untuk menggali kesesuaian antara kebutuhan dari interviewer dengan interviewee, terutama dari sisi keterampilan, etika, dan motivasi kerja. Lalu, apa saja yang harus diperhatikan supaya proses wawancara berjalan sukses?

Sebagai pihak yang melakukan wawancara, tentu kita juga harus lebih siap dari kandidat.

Beberapa hal yang perlu kita perhatikan sebagai interviewer adalah:

1. Pertanyaan dan standar kelulusan

Wawancara bukanlah ngobrol-ngobrol biasa tapi percakapan yang terarah dan memiliki tujuan. Oleh karena itu,

a. Persiapkan arah pertanyaan kita.

b. Pelajari lagi posisi yang akan kita wawancara,

c. Lihat kompetensi/kualifikasi yang diperlukan, dan arahkan pertanyaan kita pada kompetensi yang diperlukan.

d. Buat standard kriteria kandidat yang kita cari.

e. Pelajari CV kandidat dan temukan pertanyaan dari sana.

f. Siapkan daftar pertanyaan sebelumnya sehingga waktu tidak terbuang percuma saat proses wawancara Sedapat mungkin hindari pertanyaan hipotetikal (berandai-andai). Lebih baik kita tanyakan langsung pengalaman kandidat dalam menghadapi teknisi lapangan dan meminta contoh pengalaman langsung, kapan pengalaman tersebut dijalani, apa saja yang dilakukan saat itu, dan bagaimana hasil akhirnya. Semakin tajam kita bertanya, peluang kandidat untuk mengarang jawaban akan semakin kecil.

2. Sikap dan penampilan

Sebagai interviewer, kitalah yang memegang kendali proses wawancara. Kondusif tidaknya suatu wawancara lebih banyak dipengaruhi oleh sikap kita. Oleh karena itu,

a. Atur emosi kita dari awal, ciptakan suasana yang positif, bangun rapport (kedekatan) denganinterviewee sehingga ia merasa nyaman dan lebih terbuka dalam memberikan jawaban, bangun empati sehingga kita juga lebih mudah dalam menggali isu-isu yang sensitif..

b. Ajukan basa-basi di awal untuk memecahkan kekakuan yang dapat menghambat proses wawancara. Ingat wawancara bukanlah proses interogasi yang memojokkan. Kita justru perlu menciptakan komunikasi yang interaktif sehingga banyak informasi berharga yang tergali.

c. Siapkan juga penampilan yang rapi dan profesional, sebab dalam wawancara, kita tidak hanya mewakili diri sendiri namun juga membawa nama organisasi.

3. Observasi dan Pencatatan            

Selain jawaban verbal, kita juga perlu jeli dalam melakukan observasi sikap interviewee.

a. Perhatikan eye contact kandidat, kepercayan dirinya, dan gerak-geriknya, misalnya mengenai kepercayan dirinya, kejujurannya, atau bahkan kesesuaian sikap kandidat dengan budaya organisasi.

b. Jangan lupa untuk membuat catatan terkait sikap dan jawaban kandidat sehingga kita memiliki dokumentasi terkait mereka. Hal ini akan sangat berguna saat kita harus mengambil keputusan.

4. Ambil keputusan

Perhatikan kembali standar atau kriteria yang sudah kita tetapkan di awal. Carilah kandidat yang paling memenuhi standar tersebut. Lihat catatan kita untuk memperkuat bukti dan dasar pengambilan keputusan. Ingat, kesimpulan kita sedapat mungkin obyektif dengan bukti nyata, jangan terpengaruh oleh penampilan luar saja.

Bitnami